Featured Posts

[Travel][feat1]

Sunday, 28 May 2017

Merebus kolang kaling demi sesuap nasi


Hamalah saat mengupas kolang kaling
Saat suara azan dzuhur berkumandang, seorang wanita paruh baya bergegas meninggalkan tungku besar tempat merebus kolang kaling menuju rumah sederhana untuk memberi makan ternak miliknya dan melepas lelah sejenak. Nampak wajah dan kaos merah bercorak hitam yang melekat ditubuhnya dibasahi keringat karena udara siang itu begitu menyengat kulit.

Rupanya, Hamalah (40) baru saja selesai mengupas kolang kaling yang ia rebus ditengah kebun seluas 10 are miliknya yang tidak jauh dari batas wilayah Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Malah begitu panggilan akrabnya, bekerja merebus dan mengupas kolang kaling untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk membiayai sekolah anaknya yang duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah di Dusun Lendang Penyonggok Desa Tetebatu Selatan Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur.

Di kebun yang ia tanami kopi dan empon-empon ini ia gunakan juga sebagai tempat merebus kolang kaling yang ia dapatkan dari petani gula aren yang ada di dusun tersebut. Malah menceritakan, merebus kolang kaling sebenarnya tidak mencukupi kebutuhannya sehari- hari, akan tetapi karena dari dulu orang tuanya sudah menekuni pekerjaan ini dan hanya pekerjaan ini yang bisa menghasilkan uang setiap hari untuknya. Oleh sebab itu ia menekuni usaha ini dan tetep berproduksi setiap hari untuk memenuhi pesanan dari pengepul.

Namun istri dari Amak Cikin (48) ini tetap bersyukur, karena tidak semua ibu rumah tangga yang ada di Dusun Lendang Penyonggok mempunyai pekerjaan tetap seperti dia. "Dari pada nganggur, itung-itung bantu suami". Begitu ungkapnya.

Kolang kaling selain di buat menjadi berbagai macam olahan makanan seperti: es campur, manisan kolang kaling, campuran kolak, dan masih banyak lagi, juga mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan. Buah yang kaya akan serat dan kalsium ini, selain sebagai makanan dan minuman juga memiliki banyak manfaat, diantaranya sebagai obat radang sendi, memperkuat tulang, melancarkan pencarnaan, obat gatal dan masih banyak lagi.


Di zaman ekonomi berbiaya tinggi, bekerja menjadi produsen kolang kaling tentu tidak cukup. Disela-sela kesibukannya mengupas buah kolang kaling, malah juga mencari rumput untuk ternak miliknya. "Kalau kita punya ternak, bisa kita jual kapan saja saat dibutuhkan karena ternak bisa dibilang tabungan yang harganya akan terus bertambah".pungkasnya.

Mengenai harga, dari sebakul kolang kaling milik Malah di hargai Rp.50.000;-/ bakulnya. Dan jika di bulan ramadhan seperti saat ini ia biasa menjual Rp.80.000;- sampa Rp.100.000;- / bakulnya. Karena selain jumlah pesanan yang begitu banyak, persediaan kolang kaling juga sangat sedikit. Untuk menanggulanginya ia biasa membeli kolang kaling dari luar desa yang biasa dibeli dengan harga Rp.40.000;- / pohon.

Walau dalam keterbatasan perekonomian keluarga, Malah  tetap bersabar dan menjalin hubungan baik dengan para tetangga, sehingga jika ada tetangga yang datang minta kolang kaling ia selalu berikan, “Hanya itu yang bisa saya berikan,saya tidak bisa berikan yang lain.” katanya. 

Ya, Hamalah adalah salah satu dari sekian sosok perempuan yang gigih dalam melawan budaya patriarki yang masih membumi. Namun, apakah perjuangan Hamalah ini mampu membawa perubahan?.(cecep)

kazuaini septiawadi

About kazuaini septiawadi

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :

1 comments:

Write comments
20 June 2017 at 23:43 delete

jangan lupa share,, kami tunggu komen dari kawan semua,,,mohon koreksi dan masukannya

Reply
avatar