Featured Posts

[Travel][feat1]

Advertise Here

Sunday, 5 March 2023


 

Tuesday, 31 December 2019

Warga Lendang Penyonggok Keluhkan Banyaknya lalat Dari Kandang Ayam

       

Lalat yang berasal dari kandang ayam tersebut
TETEBATU SELATAN - Kandang peternakan ayam di Dusun Lendang Penyonggok, Desa Tetebatu Selatan, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur banyak dikeluhkan oleh warga setempat. Pasalnya kandang yang berada di tengah pemukiman warga tersebut menjadi sumber perkembangbiakan lalat yang mengganggu aktivitas serta kesehatan warga sekitar. Banyak sekali warga mengeluhkan akan hal ini, dikarenakan serangga jenis Trentepohlia ini banyak hinggap di rumah warga bahkan sampai menggeogoti makanan milik mereka.
         Meskipun serangga lalat berukuran kecil dan terlihat tidak berbahaya, faktanya hewan kecil ini dapat membawa banyak bakteri dan kuman yang bisa membahayakan kesehatan manusia. Hal inilah yang membuat warga yang tinggal disekitar kandang ayam tersebut hawatir. Tidak hanya serangga lalat yang menggangu, bau menyenyat dari bekas kotoran ayam ini juga mengganggu pernafasan warga sekitar bahkan pengguna jalan yang kebetulan lewat dikarenakan kandang ayam ini berada tepat dipinggir jalan di dusun tersebut.

             Menurut penuturan Ernawati ( 28)  warga yang rumah nyaberada disebelah kandang ayam tersebut, kebersihan kandang yang tidak diperhatikan menjadi sumber utama perkembangbiakan lalat ini. " Terkadan saya merasa jijik ketika makan dikarenakan lalat tersebut banyak yang hinggap di makanan saya, dan yang paling menyakitkan ketika asma saya kambuh sebab bau kotoran ayam yang sangat menyengat". Ungkapnya.

   Dari puskesmas juga memeberika ninformasi hususnya kepada ibu hamil untuk selalu menjaga diri dari bau kotoran dari kandang ayam, kesehatan bayi dalam kandungan akan terganggu bahkan bisa menyebabkan resiko bibir sumbing pada bayi.

          Kepala Kewilayahan Dusun Lendang Penyonggok Hulpahmi (29) membenarkan akan hal ini, banyak keluhan dari masyarakatnya mengadu tentang banyaknya lalat dan bau tak sedap yang bersumber dari kandang ayam tersebut. Bahkan menurutnya lalat tidak hanya meresahkan warga di RT 04 tapi sudah menyebar ke RT 03 bahkan sampai RT 05 yang letaknya cukup jauh dari lokasi kandang.
          
            " Sebaiknya kebersihan kandang harus di jaga atau di pindahkan ke tempat yang agak jauh dari pemukiman warga, itu akan berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar dan kalau bisa kandang itu di tutup saja". Tegasnya.
          
         Perkembangbiakan lalat betina dikenal sangat cepat. Oleh karenanya, tentu bukan ide yang baik apabila Anda membiarkan lalat terbang dengan bebas di dalam rumah atau tempat bisnis Anda. Mereka tertarik dengan segala macam makanan, termasuk makanan manusia, makanan hewan, pembuangan makanan, dan bahkan kotoran dan itu tidak baik untuk kesehtan. (Cecep)

Monday, 23 October 2017

Jurus Sang Pendamping

Berpenampilan sederhana bukanlah cara yang tepat untuk menilai seseorang, terkadang dibalik kesederhanaan seseorang tersimpan potensi sumber daya manusia (SDM) yang sangat luar biasa.  Background seseorang juga  tidak bisa menjadi patokan bahwa seseorang itu bisa dianggap remeh.

Sama halnya dengan Turmawazi(31), laki-laki kelahiran Suralaga, 15 Juni 1986 tepatnya di Dusun Gubuk Puntik,Desa Suralaga Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur  Nusa Tenggara Barat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia sudah cukup lama menjadi pendamping dibeberapa desa  untuk pemberdayaan mantan TKI dan keluarga para anggota TKI, Ia juga sering dipercaya untuk mempasilitasi berbagai pelatihan hususnya untuk pemberdayaan buruh migran.

Berlatar belakang sebagai guru di SMA NW Suralaga ia biasa dipanggil ustadz oleh murid-murid dan teman-temannya. Selesai di MA AL-Istikomah NW Suralaga ia melanjutkan studinya di perguruan tinggi di MDQH NW Anjani, S-1 Komunikasi dan penyiaran islam (KPI) Fakultas Dakwah, S-1 Program Studi Biologi Fakultan MIPA Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Turmawazi, QH.,S.SosI.,S.Si adalah gelar yang ia dapatkan selama menuntut ilmu, meskipun begitu ia tetap rendah hati dan senyum ramah sebagai ciri khasnya.

Pria yang sehari-hari mengajar disalah satu sekolah swasta di desanya tersebut, sekarang sedang fokus menjadi pendamping di dua desa yakni di Desa Tetebatu dan Desa Tetebatu Selatan. Pak Tur begitu panggilan akrabnya, merupakan salah satu orang yang dipilih dan dipercaya oleh Yayasan Advokasi Buruh Migran Indnesia (ADBMI) dalam proyek ekonomi hijau (Green Prosperity Projct). Proyek yang fokus memberdayakan  1.200 orang penerima manfaat untuk anggota keluarga buruh migran khususnya untuk 12 desa yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) ini merupakan proyek kerjasama antara Yayasan ADBMI dengan MCA-I (Mileniun chalange Account-Indonesia) Speaker Kampung, dan Koperasi Bumi Raya  atau biasa disebut ADBMI&Friends. 
                                          
Beliau dipilih sebagai pendamping bukan karena kebetulan, jam terbang yang ia miliki patut diperhitungkan. Ia pernah mempsilitasi diberbagai pelatihan antara lain: pelatihan pengelolaan keuangan, pelatihan manajemen keprmukaan, pelatihan pemuda, pelatihan kewirausahaan dan masih banyak lagi.

Dengan pendidikan agama yang ia miliki lantas tidak jadi batasan untuk berguna bagi orang lain dibidang kesejahteraan masyarakat, ilmu yang tidak didapatkan melalui sekolah formal ia dapat dari pengalamannya setelah bergabung dengan Yayasan ADBMI. Sebuah lembaga yang berperan besar memberdayakan, memperjuangkan hak para buruh migran. Dari sinilah ia mulai ikut berjuang untuk orang banyak, pelatihan-pelatihan yang pernah diikuti  kemudian diterapkan dimasyarakat dengan jiwa ihlas dan sabar.

Beberapa pelatihan dan seminar yang pernah ia ikuti antara lain :
‌1. Pelatihan pengelolaan keuangan TKI dan keluarganya oleh TIFA FUNDATION DAN BNP2TKI di Hotel Legi Mataram tahun 2009
2. Konsultasi publik tingkat provinsi berbasis pemberdayaan dan perlindungan bagi BMI dan keluarganya oleh ANTARA di Hotel Sentosa Senggigi 2009
‌3. Pelatihan advokasi dan monitring oleh inernational organisation for migran (IOM) tahun 2010
4. Pelatihan Start And Infrove Your Bisnis Oleh International Lebaour Organasation (ILO) tahun 2010
5. Training need assament oleh WORLD RELIEF DI Narmada Convention Hall Mataram tahun 2011
‌6. Pelatihan HIV/AIDS tahun 2011
‌7. Pelatihan pembina mahir dasar oleh PUSDILTACAB LOTIM tahun 2011
8‌. Pelatihan gender oleh ADBMI-OXFAM tahun 2012
9‌. Rembuk multi steckholder dalam upaya pengintegrasian program kesetaraan gender oleh OXFAM tahun 2012
‌10. Training enumerator-supervisor baseline survey oleh KALDERA-TIFA tahun 2012
1‌1. Pelatihan Pembina mahir lanjutan oleh PUSDIKLATCAB LOTIM tahun 2012
‌12. Pelatihan pengelolaan remitence oleh ADBMI-TIFA tahun 2012
1‌3. Pelatihan fasilitator keuangan TKI oleh ADBMI-TIFA tahun 2013
1‌4. Rembuk multi stockholder tentang upaya perlindungan TKI oleh ADBMI-TIFA
1‌5. Pelatihan kewirausahaan bagi pendamping komunitas ADBM-TIFA tahun 2013
1‌6. Pelatihan kewirausahaan dan perkoperasian oleh kementrian koperasi tahun 2013
1‌7. Pelatihan tekhnologi pertanian dan usaha kecil oleh PNPM tahun 2013

Pada bulan agustus  2016  lalu,  ia mulai turun sebagai pendamping lapangan di dua desa yakni Desa Tetebatu dan Desa Tetebatu Selatan. Dimulai dengan membentuk sebuah lembaga yang bernama Pusat Incubasi Bisnis Desa (PINBID) yang berguna  sebagai sebuah lembaga penyemai usaha-usaha masyarakat di desa yang diprogramkan Konsorsium ADBMI & Friends pada 12 desa pinggir kawasan hutan yang menjadi sasaran dari Program Kemakmuran Hijau.

Setelah PINBID terbentuk, berjalanlah rangkaian kegiatan dengan dimulai dari pembentuk kelompok usaha, memberikan pelatihan-pelatihan husus seperti pelatihan MERT( Manajemen Ekonomi Rumah Tangga), pelatihan pengembangan bisnis untuk mengajarkan masyarakat untuk lebih pintar mengelola ekonomi rumah tangga dan mengelola usaha mereka.

Dan hingga saat ini telah terbentuk beberapa kelompok usaha yang kemudian diawasi oleh PINBID itu sendiri. Meskipun begitu ia tidak pernah mengeluh walaupun jarak tempat tinggalnya dengan desa dampingan cukup jauh. Ia selalu optimis kerja keras dan usaha tidak akan pernah menghianatinya.

Jiwa sosial yang tinggi membuatnya dipercaya sebagai ketua Lembaga Sosial Desa (LSD) di desanya. Dengan begitu banyak tugas yang diemban kata mengeluh tidak pernah terucap dari bibirnya, senyum yang ramah serta kesabaran yang dimiliki identik dengan kepribadiannya sebagai lulusan Ma'had.

Diawali dengan mencari database TKI di Desa Tetebatu Selatan, ia dibantu oleh anggota LSD setempat dan kemudian ia merekrut champion-chapion lokal yang memang benar-benar peduli dengan desa mereka melalui Pusat Incubasi Bisnis Desa (PINBID).   (Cecep

Wednesday, 18 October 2017

Pak Mahsan , Sang Mantan TKI Mengubah Nasib Dari Menjual Bambu

Mahsan sang insfirator
 Pagi hari dengan sinar matahari yang cukup menyengat lantas tidak menghalangi antusias peserta mengikuti kegiatan pelatihan pengembangan bisnis untuk warga pinggir kawasan hutan tersebut. Buku pelajaran dipegang erat di tangan masing-masing peserta hari ini. Salah seorang peserta dengan tubuh yang lumayan tinggi dan kurus, rambut ikal serta kulit sawo matang ciri khas pribumi mencerminkan seseorang yang hidupnya tidak mudah dan penuh tantangan. 

Nama aslinya Mahsan (32), entah dengan sebab apa tetapi di Dusunnya ia  biasa dipanggil Pak Nyong.  Laki-laki kelahiran Lendang Penyonggok, 1 juli 1985 ini hidup dengan seorang istri dan dua orang anaknya. Ia tinggal di sebuah dusun yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), tepatnya di Dusun Lendang Penyonggo Desa Tetebatu Selatan Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur.

Berita terkait :
  1. Ernawati, insfirasi dari kaki rinjani
  2. Perempuan dalang kehidupan
  3. Mengais rupiah dari irisan tempe
Pekerjaannya sehari-hari  ialah mencari rumput untuk pakan ternaknya. Hidup di pedesaan dengan pekerjaan sebagai peternak tidaklah cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Hasil dari beternak sapi hanya bisa ia dapatkan saat penjualan saja dan itu seringkali hanya digunakan untuk membayar hutang yang menumpuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Di desa tempat tinggal pak Mahsan, jika seseorang yang sudah berkeluarga, tanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga adalah tanggung jawab penuh seorang kepala keluarga. Akan tetapi tidak jarang sang istri tidak hanya mengurusi rumah tangganya saja, sebab biaya hidup yang tinggi membuat seorang istri juga ikut bekerja membantu sang suami bahkan menjadi buruh harian lepas di dekat rumahnya.
Bambu siap kirim milik Pak Mahsan
Faktor lapangan pekerjaan yang tidak tetap membuat masyarakat harus merantau keluar daerah bahkan keluar negeri. Di tempat tinggal pak mahsan menjadi TKI sudah menjadi tradisi jika seseorang yang tidak memiliki pekerjaan tetap salah satu solusi yang di ambil adalah merantau.
Melalui sebuah agen, berangkatlah Pak Mahsan ke Malaysia untuk menjadi TKI pada tahun 2002 sampai tahun 2006. Ia pergi menjadi TKI ke Malaysia secara resmi namun ia memilih pulang dengan cara ilegal. Kemudian pada tahun 2007 ia kembali pergi ke Malaysia secara resmi dan hanya bertahan  selama 14 bulan di sana sayangnya ia kembali pulang dengan cara ilegal pada tahun 2008 .
Impiannya sebelum pergi menjadi TKI untuk merubah nasib dan meningkatkan ekonomi keluarganya kandas. Harapannya merubah nasib dan sukses seperti tetangganya membuat Pak Mahsan memilih mengau nasibnya ke Jambi pada tahun 2013, alih-alih merubah nasib justru sebaliknya yang terjadi. Biaya ongkos yang tidak bisa terlunasi menjadi tumpukan hutang yang justru menambah beban keluarga.

Sepulangnya dari rantauan Pak  Mahsan sehari-hari bekerja menjadi buruh penebang bambu dengan upah Rp. 1.000;- / potong dengan panjang yang beragam mulai dari 4 meter sampai 5 meter. Karena lama menjadi buruh ,tentu ia bisa mengetahui segala bentuk seluk-beluk dalam usaha menjadi pengepul bambu.  Kemudian  ia mencoba menjadi pengepul bambu, kebetulan sekali ia mendapat tawaran seseorang akan menjual bambu dalam sekala besar dengan harga yang sangat murah. Ia membelinya dengan harga Rp.400.000 dan ia mendapatkan 975 potong bambu  yang dijual seharga Rp.2.925.000;-. "Setelah menggeluti usaha sebagai pengepul bambu ini, sekarang kebutuhan rumah tangga bisa tercukupi dan saya sudah tidak kebingungan lagi dengan masalah kebutuhan untuk biaya anak,".  Ungkapnya.
Sekarang ia sedang mengikuti pelatihan tentang Pengembangan Bisnis yang dilaksanakan oleh Yayasan Advokasi Buruh Migran Indonesia   (ADBMI), yang bekerjasama dengan Millennium Challenge Account – Indonesia (MCA-I) dalam program Kemakmuran Hijau ( Grennprosperity Project).

Harapan pak Mahsan kedepannya setelah mengikuti kegiatan ini usahanya bisa berkembang dengan menerapkan ilmu yang ia dapatkan di pelatihan tersebut. Ia juga berharap di desanya ada pengolahan kerajinan bambu karena sumber daya alam terutama bambu sangat melimpah. " Jika ada pengerajin bambu bisa langsung pesan sama saya, kan usaha saya juga semaki meningkat jadinya" . Pungkasnya sambil tertawa. (Cecep)

Bagi teman-teman yang ingin memesan Bambu keperluan bahan bangunan dan lain-lain hubungi :


NAMA               : MAHSAN
ALAMAT          : DUSUN LENDANG PENYONGGOK 
DESA                 : TETEBATU SELATAN
KECAMATAN : SIKUR
KABUPATEN   : LOMBOK TIMUR
HP                      : 085237833689

Friday, 13 October 2017

Ernawati, inspirasi dari kaki Rinjani

Ernawati saat menjadi pasilitator di pelatihan MERT 
Di tengah-tengah gemericik hujan yang turun pagi itu, tampak seorang wanita tergesa-gesa turun dari sepeda motor seorang laki-laki yang ternyata adalah suaminya sendiri. Ia tampak kedinginan dengan sebuah tas melekat di punggungnya. "Hujan adalah rahmat, dan hujan bukan penghalang untuk menjalankan aktivitas apalagi untuk  kepentingan orang banyak" begitulah kata-kata yang terlontar dari bibir ibu  satu anak ini. Dengan tubuh gemetar ia tak bisa menyembunyikan rasa dingin yang dibawa hujan pagi itu.

Wanita kelahiran 26 tahun silam ini bernama Ernawati ia berdomisili di Dusun Lendang Penyonggok Desa Tetebatu Selatan Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur. Pekerjaan sehari-harinya adalah sebagai ibu rumah tangga. Selain menjadi ibu rumah tangga ia juga menjadi tenaga pengajar di salah satu tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) setara dengan Taman Kanak-kanak (TK) yang ada di dusun tersebut. Ibu Erna begitu panggilan akrabnya adalah lulusan Madrasah Aliyah Raudatuttolibin Paok Motong. 

Jiwa sosial yang tinggi membuat hatinya tergerak untuk menjadi salah satu anggota di Pusat Incubasi Bisnis Desa(PINBID), sebuah organisasi yang bergerak di bidang kesejahteraan masyarakat desa. Berangkat dari sinilah ibu Erna dipercaya menjadi salah satu utusan PINBID untuk mengikuti TOT (training of trainer) yang diadakan oleh Yayasan Advokasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI) beberapa bulan yang lalu di Hotel Green Orry Inn, Desa Tetebatu Selatan. 

Baca juga :

Dia dikaruniai seorang putri buah dari pernikahannya dengan Fathul Aziz(28), Aziz begitu dia dipanggilan masyarakat adalah mantan TKI yang tergolong berhasil, dia juga sangat mendukung apapun kegiatan istrinya. 

Ibu Erna juga dipercaya sebagai ketua kelompok usaha ibu-ibu istri para TKI yang ada di Dusun Lendang Penyonggok, kelompok usahanya saat ini cukup aktif memproduksi keripik pisang yang menjadi produk pilihan kelompok usaha yang diberi nama "Lereng Rinjani" tersebut cukup. 

Saat ini ia sangat-sangatlah sibuk dengan program yang ia ikuti, apalagi tugas yang dibebankan kepadanya sebagai pasilitator begitu berat. Mental dan tenaga serta kesabaran harus kuat karena menghadapi beragam karakter masyarakat yang berbeda-beda.

"Banyak pengalaman yang bisa saya dapatkan dan saya juga bisa mengetahui bagaimana ekonomi masyarakat di Desa Tetetebatu Selatan ini". Ungkapnya. Suka duka dan pengalaman menjadi ilmu yang tak bisa ia dapatkan dibangku sekolah  menjadi penyemangat kedua selain dari keluarga kecilnya. 

Jika ada suka pasti ada duka, dukanya adalah ketika harus meninggalkan sang putri yang baru berumur 4 tahun itu hampir satu hari penuh. Akan tetapi ia sangat beruntung memiliki seorang suami yang begitu pengertian dan bisa menjaga anak mereka dengan baik. Ahir-ahir  ini ia sedang fokus mempelajari dan menyiapkan materi untuk menghadapi pelatihan selanjutnya tentang pengembangan bisnis setelah selesai mempasilitasi pelatihan Manajemen Ekonomi Rumah Tangga (MERT) untuk 100 orang penerima manfaat yang tersebar di 4 dusun yang ada di Desa Tetebatu Selatan. 

Harapannya kedepan setelah program ini, penghasilan masyarakat hususnya para keluarga TKI serta mantan TKI yang terpilih menjadi penerima manfaat bisa lebih baik dengan cara membuat usaha yang nantinya bisa menambah pemasukan untuk keluarganya, sehingga secara tidak langsung keluarga atau suami mereka yang ada di rantauan terbantu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, serta mereka terbiasa membuat anggaran untuk rumah tangga mereka masing-masing. (Cecep)









Ice breacking peserta pelatihan manajemen ekonomi rumah tangga  


Tuesday, 8 August 2017

Masyarakat Mitra Polhut (MMP) merevisi program-program kerjanya untuk melindungi hutan kawasan Resort Joben

Suasana rapat revisi program kerja MMP 2017/2018 

Tetebatu selatan, - Masyarakat Mitra Polhut (MMP)  Resort Joben merupakan kelompok masyarakat di desa sekitar kawasan Resort Joben yang dibentuk atas inisiatif dari masyarakat dari enam desa dan difasilitasi oleh instansi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR). 

Masyarakat Mitra Polhut (MMP) yang bernaung dibawah Resort Joben melakukan revisi program kerja untuk tahun 2017/2018, tentang apa saja program yang akan dilakukan untuk menjaga hutan hususnya untuk 6 desa yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang bertempat di Kantor Resort Joben Desa Pesanggrahan Kecamatan Montong Gading selasa (08/08/2017) kemarin. 

Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Resort Joben Bapak Haji Jamanik, Polhut Joben Bapak Hadianto, Bapak Fredi Yuneni dari Kupang NTT, dan anggota MMP dari 6 desa yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yakni Desa Tetebatu, Desa Tetebatu Selatan, Desa Peringga Jurang Utara, Desa Pesanggrahan, Desa Perian, Desa Jenggik Utara. 

Kehadiran Bapak Fredi Yuneni disini akan belajar tentang New Trees di Resort joben. Beliau ingin belajar banyak tentang program-program MMP. Seperti yang diungkapkan beliau bahwa Masyarakat Mitra Polhut (MMP) tidak ada di daerahnya di Kupang, oleh sebab itu beliau ingin belajar banyak bersama MMP tentunya dibawah bimbingan dari semua staf yang ada di Resort Joben.
Bapak Fredi Yuneni dari Nusa Tenggara Timur 


Rapat yang dimulai pukul 16:00 WITA  tersebut berahir pukul 10:00 WIB. Ada beberapa program kerja yang telah disepakati diantaranya;
1. Sosialisasi awig_awig MMP dan sosialisasi batas kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang akan dilakukan pada saat patroli. 

2. Pelatihan untuk anggota baru MMP yang akan diadakan pada tanggal 15-16 agustus mendatang bertempat di Kantor Resort Joben Desa Pesanggrahan Kecamatan Montong Gading. 

3. Penanaman bibit kayu secara swadaya setiap patroli dan pengadaan bibit oleh MMP. 

4. Inventarisasi lahan rumput akuan masyarakat pemanfaatan kawasan TNGR  di 10 Dusun yang ada di 6 desa yang telah ditentukan batas ahirnya sampai tanggal 31 Desember 2017. 

5. Pengamanan daerah wisata Otak Kokok atau PT. Joben Ever Green(PT. JEG) mulai dari pengaman daerah, pengamanan pengunjung hingga clean up lokasi wisata di area PT. JEG. 

6. Kunjungan belajar ke Pamhut KPH Rinjani Barat.

7.  Pengembangan Wira Usaha Mandiri MMP Resort Joben:
      a. Jasa wisata Air Terjun lereng Wilis.
    b. CafĂ© MMP dan Outlet Hasil Produksi Kelompok-kelompok usaha 
    c. Jasa Pendampingan penelitian di Resort Joben.

8. Peningkatan Kapasitas MMP Resort Joben
     a. Pelatihan Pengamanan Hutan.
     b. Pelatihan Guide.
     c. Pelatihan Geo Tagging.
  d. Pelatihan Pengenalan jenis tumbuh-tumbuhan,

9. Penguatan Kelembagaan MMP Resort joben dengan melakukan pertemuan Rutin.

Disela-sela rapat, Kepala Resort mengaku  jengkel dengan laporan-laporan dari warga yang ada di Dusun Orong Gerisak Desa Tetebatu, bahwa ahir-ahir ini ada kabar muda mudi keluar masuk hutan menggunakan sepeda motor. "Entah apa yang dilakukan anak-anak muda tersebut didalam hutan, itu membuat saya sangat jengkel terlebih yang melaporkan hal tersebut adalah warga sekitar dan kami merasa kecolongan dalam hal ini". Ungkapnya. 

Semoga dengan program-program kerja MMP yang telah disepakati ini bisa terlaksana dengan baik untuk menjaga hutan kita tetap aman dari tindakan perusakan lingkungan. Sebagaimana moto dari MMP itu sendiri. "Gawah tilah, masyarakat molah, aiq melimpah selapuk cigah". (Cecep) 

Saturday, 22 July 2017

Pelatihan warga tentang Manajemen Ekonomi Rumah Tangga di Desa Tetebatu Selatan

Suasana pelatihan warga tentang manajemen ekonomi rumah tangga
Mengatur keuangan pribadi terkadang tidak mudah, bahkan ada yang berpendapat bahwa mencari uang lebih mudah daripada mengelolanya. Kebanyakan dari masyarakat berpendapat, penghasilan yang cukup  banyak akan habis untuk kebutuhan saja. Disinilah titik permasalahnya, kebanyakan orang tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. 






Pada hari selasa (18/07/2017, kemarin. Masyarakat di Dusun Lendang penyonggok Desa Tetebatu Selatan Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur diberikan pelatihan tentang Manajemen Ekonomi Rumah Tangga (MERT) yang diselenggarakan oleh Konsorsium ADBMI & Friends bekerjasama dengan Pusat Inkubator Bisnis Desa (PINBID) melalui program kemakmuran hijau. 

Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang penerima manfaat dari anggota keluarga  buruh migran yang bertujuan menanamkan kebiasaan di masyarakat untuk mengelola atau membuat anggaran rumah tangga didalam keluarganya agar ekonomi masyarakat menjadi lebih baik. Pengelolaan keuangan dengan menuliskan setiap pemasukan dan pengeluaran pada poin - poin keuangan akan memberikan arahan dan pedoman untuk membuat keputusan keuangan dalam keluarga. 

Pelatihan tersebut berlangsung selama tiga hari mulai sabtu 16 juli 2017 hingga selasa 18 juli 2017 dan dipasilitasi oleh Bapak Herman Fauzi (27) dan Ibu Ernawati(26). Para pasilitator ini diutus oleh Yayasan ADBMI dan telah diberikan pelatihan husus tentang Manajemen Ekonomi Rumah Tangga (MERT).

Berita terkait :
 1. Mengenal lebih dekat kelompok-kelompok usaha di Desa Tetebatu Selatan
 2. Wanita dalang kehidupan
 3. Merebus kolang kaling demi sesuap nasi


Selama pelatihan berlangsung peserta diberikan banyak sekali pelajaran, mereka diajarkan untuk membedakan antara keinginan dan kebutuhan, manfaat dan kendala migrasi, cara komunikasi dan bermusyawarah dalam keluarga, manfaat membuat anggaran rumah tangga dan masih banyak lagi. Hal-hal tersebut sangat perlu  diperhatikan terlebih saat ini, di mana budaya konsumerisme semakin tinggi. Walaupun kita mempunyai banyak uang, tanpa manajemen pengelolaan yang baik, hampir dipastikan uang akan terbuang percuma. Oleh karna itu, kita harus mempunyai kontrol yang baik terhadap keuangan kita sendiri.
Keseriusan peserta dalam  mengikuti pelatihan

Antusiasme peserta saat memperesentasikan hasil diskusi kelompoknya

Selain diajarkan bagaimana mengelola keuangan yang baik, para peserta juga diberikan pemahaman apa saja manfaat dan tujuan menabung. Karena selama ini masyarakat tidak pernah sadar bahwa menabung sangat penting untuk masa depan mereka. Seperti yang dikatakan Misnan(46), mereka tidak pernah terpikirkan untuk menyisihkan uang mereka untuk menabung padahal membeli sesuatu yang sipatnya keinginan mereka mampu sedanngkan untuk kebutuhan seperti biaya sekolah anak, biaya kesehatan mereka tidak mampu penuhi. "Membeli tv, kulkas kita mampu sedangkan anak-anak kita banyak yang putus sekolah bahkan ketika  sakit  menimpa, kita harus mencari hutang untuk biaya berobat". Ujarnya. 

Dihari terakhir para peserta ditugaskan untuk membuat anggaran rumah tangga mereka. Antusiasme para peserta terlihat dari keseriusan mereka dalam mengerjakan tugas yang diminta oleh pasilitator. Banyak dari peserta yang kebigungan akan tetapi mereka sangat bersyukur karena pelatihan seperti ini sangat bermanfaat didalam hidup berumah tangga. 

Kegiatan pelatihan seperti ini selanjutnya akan  dilaksanakan di Dusun Lekog Pituk, Dusun Sompang dan Dusun Penyonggok. Tujuannya tidak jauh berbeda, karena program ini difokuskan untuk 100 orang penerimaan manfaat dari anggota keluarga buruh migran yang tersebar diempat dusun yang ada di Desa Tetebatu Selatan. Para penerima manfaat ini sudah tergambung dalam kelompok-kelompok usaha yang telah dibentuk oleh PINBID beberapa bulan yang lalu. Dan pelatihan ini sebagai bekal mereka didalam berwirausaha ataupun berumah tangga karena pengelolaan keuangan sangatlah penting untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. 

Pelatihan ini sangat membantu masyarakat untuk peningkatan ekonomi yang lebih baik terlebih program ini husus untuk 12 desa yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). 

Didalam pelatihan ini ada beberapa hal penting yang sangat harus diperhatikan untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga diantaranya adalah seb.agai berikut;
1. Susun rencana keuangan atau anggaran rumah tangga
Rencana keuangan yang realistis membantu kita bersikap obyektif soal pengeluaran yang berlebihan. 

2. Pikirkan lebih seksama pengertian antara “Kebutuhan” dan “Keinginan”.
 Tak jarang kita membelanjakan uang untuk hal yang tak terlalu penting atau hanya didorong keinginan, bukan kebutuhan. Para peserta diajak untuk membuat anggaran rumah tangga dengan mendahulukan keperluan dari pada keinginan.

3. Menabung
Disesi ini para peserta diberikan pemahaman tentang cara dan tempat menabung yang aman. Mereka ditugaskan membedakan mana lembaga perbankan yang resmi dan tidak resmi.

4. Berinvestasi
Dengan berinvestasi masyarakat secara tidak sadar akan mendapat keuntungan dikemudian hari.

Acara pelatihan tersebut berahir sekitar pukul 05:30 pm. Pelatihan ini adalah salah satu pelatihan dari sekian banyak program yang telah dibawa oleh Yayasan ADBMI untuk Desa Tetebatu Selatan, dengan tujuan untuk memberantas kemiskinan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada tanpa harus merusaknya. Secara tidak sadar pemerintah sangat terbantu dengan adanya program kemakmuran hijau dari Konsorsium ADBMI & Friends ini. (Cecep)