Tetebatu selatan, - Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Resort Joben merupakan kelompok masyarakat di desa sekitar kawasan Resort Joben yang dibentuk atas inisiatif dari masyarakat dari enam desa dan difasilitasi oleh instansi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR).
Masyarakat Mitra Polhut (MMP) yang bernaung dibawah Resort Joben melakukan revisi program kerja untuk tahun 2017/2018, tentang apa saja program yang akan dilakukan untuk menjaga hutan hususnya untuk 6 desa yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang bertempat di Kantor Resort Joben Desa Pesanggrahan Kecamatan Montong Gading selasa (08/08/2017) kemarin.
Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Resort Joben Bapak Haji Jamanik, Polhut Joben Bapak Hadianto, Bapak Fredi Yuneni dari Kupang NTT, dan anggota MMP dari 6 desa yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yakni Desa Tetebatu, Desa Tetebatu Selatan, Desa Peringga Jurang Utara, Desa Pesanggrahan, Desa Perian, Desa Jenggik Utara.
Kehadiran Bapak Fredi Yuneni disini akan belajar tentang New Trees di Resort joben. Beliau ingin belajar banyak tentang program-program MMP. Seperti yang diungkapkan beliau bahwa Masyarakat Mitra Polhut (MMP) tidak ada di daerahnya di Kupang, oleh sebab itu beliau ingin belajar banyak bersama MMP tentunya dibawah bimbingan dari semua staf yang ada di Resort Joben.
![]() |
| Bapak Fredi Yuneni dari Nusa Tenggara Timur |
Rapat yang dimulai pukul 16:00 WITA tersebut berahir pukul 10:00 WIB. Ada beberapa program kerja yang telah disepakati diantaranya;
1. Sosialisasi awig_awig MMP dan sosialisasi batas kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang akan dilakukan pada saat patroli.
2. Pelatihan untuk anggota baru MMP yang akan diadakan pada tanggal 15-16 agustus mendatang bertempat di Kantor Resort Joben Desa Pesanggrahan Kecamatan Montong Gading.
3. Penanaman bibit kayu secara swadaya setiap patroli dan pengadaan bibit oleh MMP.
4. Inventarisasi lahan rumput akuan masyarakat pemanfaatan kawasan TNGR di 10 Dusun yang ada di 6 desa yang telah ditentukan batas ahirnya sampai tanggal 31 Desember 2017.
5. Pengamanan daerah wisata Otak Kokok atau PT. Joben Ever Green(PT. JEG) mulai dari pengaman daerah, pengamanan pengunjung hingga clean up lokasi wisata di area PT. JEG.
6. Kunjungan belajar ke Pamhut KPH Rinjani Barat.
7. Pengembangan Wira Usaha Mandiri MMP Resort Joben:
a. Jasa wisata Air Terjun lereng Wilis.
b. Café MMP dan Outlet Hasil Produksi Kelompok-kelompok usaha
c. Jasa Pendampingan penelitian di Resort Joben.
8. Peningkatan Kapasitas MMP Resort Joben
a. Pelatihan Pengamanan Hutan.
b. Pelatihan Guide.
c. Pelatihan Geo Tagging.
d. Pelatihan Pengenalan jenis tumbuh-tumbuhan,
9. Penguatan Kelembagaan MMP Resort joben dengan melakukan pertemuan Rutin.
Disela-sela rapat, Kepala Resort mengaku jengkel dengan laporan-laporan dari warga yang ada di Dusun Orong Gerisak Desa Tetebatu, bahwa ahir-ahir ini ada kabar muda mudi keluar masuk hutan menggunakan sepeda motor. "Entah apa yang dilakukan anak-anak muda tersebut didalam hutan, itu membuat saya sangat jengkel terlebih yang melaporkan hal tersebut adalah warga sekitar dan kami merasa kecolongan dalam hal ini". Ungkapnya.
Semoga dengan program-program kerja MMP yang telah disepakati ini bisa terlaksana dengan baik untuk menjaga hutan kita tetap aman dari tindakan perusakan lingkungan. Sebagaimana moto dari MMP itu sendiri. "Gawah tilah, masyarakat molah, aiq melimpah selapuk cigah". (Cecep)

