Berpenampilan sederhana bukanlah cara yang tepat untuk menilai seseorang, terkadang dibalik kesederhanaan seseorang tersimpan potensi sumber daya manusia (SDM) yang sangat luar biasa. Background seseorang juga tidak bisa menjadi patokan bahwa seseorang itu bisa dianggap remeh.
Sama halnya dengan Turmawazi(31), laki-laki kelahiran Suralaga, 15 Juni 1986 tepatnya di Dusun Gubuk Puntik,Desa Suralaga Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia sudah cukup lama menjadi pendamping dibeberapa desa untuk pemberdayaan mantan TKI dan keluarga para anggota TKI, Ia juga sering dipercaya untuk mempasilitasi berbagai pelatihan hususnya untuk pemberdayaan buruh migran.
Berlatar belakang sebagai guru di SMA NW Suralaga ia biasa dipanggil ustadz oleh murid-murid dan teman-temannya. Selesai di MA AL-Istikomah NW Suralaga ia melanjutkan studinya di perguruan tinggi di MDQH NW Anjani, S-1 Komunikasi dan penyiaran islam (KPI) Fakultas Dakwah, S-1 Program Studi Biologi Fakultan MIPA Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Turmawazi, QH.,S.SosI.,S.Si adalah gelar yang ia dapatkan selama menuntut ilmu, meskipun begitu ia tetap rendah hati dan senyum ramah sebagai ciri khasnya.
Pria yang sehari-hari mengajar disalah satu sekolah swasta di desanya tersebut, sekarang sedang fokus menjadi pendamping di dua desa yakni di Desa Tetebatu dan Desa Tetebatu Selatan. Pak Tur begitu panggilan akrabnya, merupakan salah satu orang yang dipilih dan dipercaya oleh Yayasan Advokasi Buruh Migran Indnesia (ADBMI) dalam proyek ekonomi hijau (Green Prosperity Projct). Proyek yang fokus memberdayakan 1.200 orang penerima manfaat untuk anggota keluarga buruh migran khususnya untuk 12 desa yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) ini merupakan proyek kerjasama antara Yayasan ADBMI dengan MCA-I (Mileniun chalange Account-Indonesia) Speaker Kampung, dan Koperasi Bumi Raya atau biasa disebut ADBMI&Friends.
Beliau dipilih sebagai pendamping bukan karena kebetulan, jam terbang yang ia miliki patut diperhitungkan. Ia pernah mempsilitasi diberbagai pelatihan antara lain: pelatihan pengelolaan keuangan, pelatihan manajemen keprmukaan, pelatihan pemuda, pelatihan kewirausahaan dan masih banyak lagi.
Dengan pendidikan agama yang ia miliki lantas tidak jadi batasan untuk berguna bagi orang lain dibidang kesejahteraan masyarakat, ilmu yang tidak didapatkan melalui sekolah formal ia dapat dari pengalamannya setelah bergabung dengan Yayasan ADBMI. Sebuah lembaga yang berperan besar memberdayakan, memperjuangkan hak para buruh migran. Dari sinilah ia mulai ikut berjuang untuk orang banyak, pelatihan-pelatihan yang pernah diikuti kemudian diterapkan dimasyarakat dengan jiwa ihlas dan sabar.
Beberapa pelatihan dan seminar yang pernah ia ikuti antara lain :
1. Pelatihan pengelolaan keuangan TKI dan keluarganya oleh TIFA FUNDATION DAN BNP2TKI di Hotel Legi Mataram tahun 2009
2. Konsultasi publik tingkat provinsi berbasis pemberdayaan dan perlindungan bagi BMI dan keluarganya oleh ANTARA di Hotel Sentosa Senggigi 2009
3. Pelatihan advokasi dan monitring oleh inernational organisation for migran (IOM) tahun 2010
4. Pelatihan Start And Infrove Your Bisnis Oleh International Lebaour Organasation (ILO) tahun 2010
5. Training need assament oleh WORLD RELIEF DI Narmada Convention Hall Mataram tahun 2011
6. Pelatihan HIV/AIDS tahun 2011
7. Pelatihan pembina mahir dasar oleh PUSDILTACAB LOTIM tahun 2011
8. Pelatihan gender oleh ADBMI-OXFAM tahun 2012
9. Rembuk multi steckholder dalam upaya pengintegrasian program kesetaraan gender oleh OXFAM tahun 2012
10. Training enumerator-supervisor baseline survey oleh KALDERA-TIFA tahun 2012
11. Pelatihan Pembina mahir lanjutan oleh PUSDIKLATCAB LOTIM tahun 2012
12. Pelatihan pengelolaan remitence oleh ADBMI-TIFA tahun 2012
13. Pelatihan fasilitator keuangan TKI oleh ADBMI-TIFA tahun 2013
14. Rembuk multi stockholder tentang upaya perlindungan TKI oleh ADBMI-TIFA
15. Pelatihan kewirausahaan bagi pendamping komunitas ADBM-TIFA tahun 2013
16. Pelatihan kewirausahaan dan perkoperasian oleh kementrian koperasi tahun 2013
17. Pelatihan tekhnologi pertanian dan usaha kecil oleh PNPM tahun 2013
Pada bulan agustus 2016 lalu, ia mulai turun sebagai pendamping lapangan di dua desa yakni Desa Tetebatu dan Desa Tetebatu Selatan. Dimulai dengan membentuk sebuah lembaga yang bernama Pusat Incubasi Bisnis Desa (PINBID) yang berguna sebagai sebuah lembaga penyemai usaha-usaha masyarakat di desa yang diprogramkan Konsorsium ADBMI & Friends pada 12 desa pinggir kawasan hutan yang menjadi sasaran dari Program Kemakmuran Hijau.
Setelah PINBID terbentuk, berjalanlah rangkaian kegiatan dengan dimulai dari pembentuk kelompok usaha, memberikan pelatihan-pelatihan husus seperti pelatihan MERT( Manajemen Ekonomi Rumah Tangga), pelatihan pengembangan bisnis untuk mengajarkan masyarakat untuk lebih pintar mengelola ekonomi rumah tangga dan mengelola usaha mereka.
Dan hingga saat ini telah terbentuk beberapa kelompok usaha yang kemudian diawasi oleh PINBID itu sendiri. Meskipun begitu ia tidak pernah mengeluh walaupun jarak tempat tinggalnya dengan desa dampingan cukup jauh. Ia selalu optimis kerja keras dan usaha tidak akan pernah menghianatinya.
Jiwa sosial yang tinggi membuatnya dipercaya sebagai ketua Lembaga Sosial Desa (LSD) di desanya. Dengan begitu banyak tugas yang diemban kata mengeluh tidak pernah terucap dari bibirnya, senyum yang ramah serta kesabaran yang dimiliki identik dengan kepribadiannya sebagai lulusan Ma'had.
Diawali dengan mencari database TKI di Desa Tetebatu Selatan, ia dibantu oleh anggota LSD setempat dan kemudian ia merekrut champion-chapion lokal yang memang benar-benar peduli dengan desa mereka melalui Pusat Incubasi Bisnis Desa (PINBID). (Cecep)
Diawali dengan mencari database TKI di Desa Tetebatu Selatan, ia dibantu oleh anggota LSD setempat dan kemudian ia merekrut champion-chapion lokal yang memang benar-benar peduli dengan desa mereka melalui Pusat Incubasi Bisnis Desa (PINBID). (Cecep)
