![]() |
| Hasil produksi keripik tempe |
Berkaca dari hal tersebut salah seorang ibu rumah tangga Zohrul Ain(26) namanya. Mencoba berinovasi dengan keripik tempe yang dimulai senin pagi (9/5/2017). Wanita yang tinggal di Otak Bangket Dusun Penyonggok Desa Tetebatu Selatan Kecaman Sikur Kabupaten Lombok Timur itu memilih tempe karena sudah terlalu banyak jenis keripik di pasaran, mulai dari keripik singkong,talas,pegagan,nangka dan masih banyak lagi jenis keripik yang beredar saat ini.
Wanita yang empat tahun lalu telah menyelesaikan studinya di universitas swasta ternama di Lombok Timur ini, sangat kreatif. Ia mencoba berinovasi dengan keripik tempe, karena selain bahan baku sangat mudah didapatkan juga memiliki Manfaat seperti pencegahan terhadap kanker, menghilangkan gejala-gejala menopause, mengurangi risiko penyakit jantung, menurunkan kolesterol , dan mengurangi risiko osteoporosis .
Dia memiliki resep rahasia yang ia dapatkan dari seorang temannya. Selain itu usaha keripik tempe tidak memerlukan modal banyak dan keahlian yang husus, bagi kebanyakan ibu rumah tangga membuat keripik sudah sudah seperti kebiasaan karena pasti di buat ketika lebaran tiba begitu ungkapnya kepada kami."Tempe saya dapatkan dari Kelompok Usaha Muda Mandiri, jika tempe tidak habis terjual saya ambil untuk membuat keripik tempe". Begitu terangnya.
![]() |
| Ibu Zoh saat mengemas keripik tempenya |
Ibu Zoh, begitu panggilan akrabnya, ternyata tidak menggeluti usaha keripik tempe ini sendirian, dia terdaftar menjadi anggota Kelompo k Usaha Muda Mandiri binaan dari ADBMI Foundation. Sebagian besar masyarakat Tetebatu Selatan sudah tidak asing lagi mendengar Kelompok Usaha tersebut, karena terkenal dengan usaha tempe "KATBAH" (Kalangan Atas dan Bawah).
Menurut pembeli tempe dan keripik tempe hasil produksi anak-anak muda ini sangat enak karena tanpa bahan kimia dan pengawet. "Sangat jarang orang membuat keripik tempe dan walaupun ada hasil produksi kami sangat beda karena tempenya juga masih segar ". Ungkap wanita yang belum punya anak ini.
Suami dari ibu zoh yaitu Bapak Sudarma Hadi Guna (26), ternyata menjadi dalang utama dari pembuatan tempe di kelompok usaha tersebut. Laki-laki dengan tubuh yang lumayan kurus ini dulunya menjadi karyawan perusahaan tempe di Sumbawa selama kurang lebih dua tahun. Dengan keahlian yang dimiliki serta keikut sertaannya menjadi anggota Pusat Inkubasi Bisnis Desa (PINBID) di Desa Tetebatu Selatan, membuat laki-laki yang suka dengan musik rock ini memilih mengembangkan produksi tempe yang diproduksi setiap hari di rumahnya.
Dari tempe produksi Kelompok Usaha Muda Mandiri inilah Ibu Zoh berinovasi membuat keripik tempe untuk kelompok ini. "Kan produksi tempe setiap hari, tidak semua tempe akan habis terjual. Nah sisanya itu saya buat jadi keripik tempe untuk menambah uang kas kelompok juga". Imbuhnya.
Harapan ke depan, agar kelompok usahanya bisa lebih maju, berkelanjutan dan bisa menjadi contoh untuk kelompok-kelompok usaha yang telah dibentuk oleh PINBID. Kesadaran menjadi wirausaha ternyata tumbuh setelah adanya program dari Yayasan ADBMI & Friends ini. Setelah diberikan pandangan-pandangan, ternyata sesuatu yang tidak begitu bernilai bisa menjadi lembaran-lembaran rupiah dan bisa meningkatkan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari.(cecep)

